Stres bikin mual, kenapa bisa?

Pernah ga, kalo deg-deg-an hingga stress lama – lama bikin mual – sendawa? pasti pernah ya??

Jadi sebetulnya, di tubuh kita ada jalur Gut – brain axis. Jalur ini menghubungkan usus /atau saluran cerna dengan otak, interaksi ini menunjukkan interaksi dua arah. Ketika seseorang mengalami stres, otak akan melepaskan hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin. Hormon-hormon ini akan menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota usus yang pada dasarnya semuanya dapat menimbulkan sensasi mual, kembung, atau bahkan nyeri perut, akibatnya juga mengubah motilitas usus, dan mengganggu produksi enzim pencernaan.

Selain faktor hormon, saraf otonom yang aktif akibat stres pun juga bisa menjadi penyebab mual itu sendiri..
Stres akan mengaktifkan sistem saraf simpatis yang mengatur mode “flight or fight”. Aliran darah dialihkan dari saluran cerna ke otot dan otak, proses pencernaan jadi melambat, dan timbul penumpukan asam lambung, yang dapat menyebabkan rasa mual atau asam naik.

Selain itu, peran neurotransmitter

Neurotransmitter seperti serotonin selain sebagai hormon bahagia juga memainkan peran besar dalam perasaan mual sekitar 90% serotonin diproduksi di usus.
Saat stres, kadar serotonin dapat berfluktuasi drastis, mengubah aktivitas saraf vagus (otak – lambung), sehingga menimbulkan sensasi ingin muntah.

Reference: Appleton 2018 (The Gut-Brain Axis: Influence of Microbiota on Mood and
Mental Health)

avatar Tidak diketahui

Penulis:

Note to my self: learn, learn, learn all aboutt positive things. be best, Allah always with you <3

Tinggalkan komentar