Assalamu’alaikum temen-temen. Semoga dalam keadaan sehat selalu ya, Aamiin. Kali ini aku ingin bahas tentang kopi nih.
Siapa sih yang tidak tahu kopi, minuman yang disantap dikala bersantai dengan keluarga, sahabat, dan rekan kantor ditemani makanan lainnya. Eiitsss.. tapi, tak menutup kemungkinan disantap juga dikala sibuk nugas ataupun pekerjaan kantor.
Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ketiga didunia, berdasarkan data
Indonesian Coffee Festifal (ICF) setelah Kolumbia. Data yang didapatkan oleh ICF Indonesia menjadi penghasil kopi robusta 85% terbanyak disusul kopi Arabica 15%. Dari kedua jenis
kopi tersebut, Indonesia telah memproduksi 600 ribu ton/tahun, dari 1,3 juta hektar kebun rakyat (Sativa et al. 2014).
Selain karena rasanya yang nikmat, kopi diminati oleh masyarakat karena efek
stimulannya dimana kopi mengandung kafein yang merupakan suatu derivat xantin dan asam klorogenat yang termasuk keluarga dari ester yang terbentuk dari gabungan asam kuinat dan beberapa asam trans-sinamat, umumnya caffeic, pcoumaric dan asam ferulat. Asam ini dapat melindungi tumbuhan kopi dari mikroorganisme, serangga dan radiasi UV, sedangkan manfaat asam klorogenat bagi kesehatan manusia yaitu sebagai antioksidan, dan antivirus. Serta juga terdapat kandungan lainnya seperti trigonelin, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, dan aroma volatile (Farhaty dan Muchtaridi 2016).
Kafein yang ada alam kopi tersebut mampu menstimulasi saraf pusat, sehingga menyebabkan badan merasa segar. Namun, apabila kopi dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan jantung berdebar dan merasa gelisah. Hal ini terjadi karena kafein memicu hormon adrenalin yang dapat meningkatkan detak jantung. Selain itu, konsumsi kafein secara reguler dapat menimbulkan efek ketergantungan.
Menurut ahli nutrisi Priya Kathpal yang dikutip dari The Health Site, jumlah rekomendasi harian kafein yaitu sebanyak 400 miligram atau sekitar empat cangkir kopi.
Cara kerja kafein yaitu dengan terjadi reaksi berantai untuk merangsang otak, jantung, dan paru-paru saat kamu mengonsumsi kafein. Pertama kali kafein menghalangi pemecahan phosphodiesterase,atau PDE. Menurut “Scientific American.” Karena PDE memecah utusan kedua yang disebut siklik adenosin monofosfat, atau cAMP, ini akan meningkatkan jumlah cAMP yang tersedia di tubuh, menghasilkan stimulasi neurotransmiter seperti norepinephrine dan epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin. Norepinephrine secara khusus menargetkan hati dan membuat detak jantung kamu lebih cepat.
Ketergantungan pada kafein juga merupakan salah satu permasalahan yang harus diwaspadai. Diagnosis caffeine dependence hingga saat ini masih diperdebatkan dan belum dimasukkan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM)-IV TR oleh karena kurangnya bukti klinis terhadap ketergantungan kafein (Ogawa dan Ueki 2010)
Untuk mengurangi jantung berdebar setlah minum kopi yaitu dengan banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan yang mangandung magnesium, serta dengan berolahraga ringan.
Semoga bermanfaat teman-teman.
Farhaty N, muchtaridi. 2016. Tinjauan kimia dan aspek farmakologi senyawa asam klorogenat pada biji kopi. Jurnal Farmaka. 14(1):214-227.
Sativa O, Yuwana, Bonodikun. 2014. Karakteristik fisik buah kopi, kopi beras dan hasil olahan kopi rakyat di desa Sindang Jati, kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agroindustri. 4(2):65-77.
Ogawa N, Ueki H. Caffeine dependence. Nihon Rinsho 2010; 68(8):1470-4.
https://www.halodoc.com/artikel/cara-mengatasi-jantung-berdebar-akibat-kafein